
Ma'had Nurul Ilmi adalah pesantren yang baru berdiri, kehadirannya di dunia maya masih berupa postingan yang tersebar di YouTube, Instagram, TikTok, dan Facebook. Karena itu mereka butuh satu website resmi untuk memperkenalkan program dan kurikulumnya ke calon santri dan orang tua, terutama yang berasal dari luar daerah.
Tampilan situs jadi yang bisa di-scroll, persis seperti yang dilihat pengunjung.

Desktop

Mobile
Tools dan teknologi yang digunakan untuk mewujudkan proyek ini.










Tiap proyek memanfaatkan kombinasi berbagai disiplin, begini gambarannya di proyek ini.
Tinjauan lebih dekat soal apa yang ditawarkan produk jadinya, hambatan di sepanjang jalan, dan hasil akhirnya.
Menyusun Beragam Program dan Kurikulum
Sekolah menawarkan banyak program, mata pelajaran, dan bidang studi Islam, plus kegiatan kewirausahaan, jadi kontennya disusun jadi kategori yang jelas alih-alih satu daftar panjang.
Navigasi Informasi yang Padat
Program, kurikulum, dan kegiatan dikelompokkan ke menu terpisah agar pengunjung tidak merasa kewalahan oleh satu halaman panjang.
Membangun Kredibilitas untuk Institusi Baru
Sebagai pesantren yang baru berdiri, situs ini butuh membangun kepercayaan lewat informasi program yang detail dan foto kegiatan asli, bukan sejarah institusi.
Bagaimana proyek ini mengubah keadaan bagi bisnis dan penggunanya setelah rilis.
Detail program yang bisa diverifikasi
Gambar di bawah 200KB
Jangkauan melampaui area lokal
Sebelum
Sebagai pesantren yang baru berdiri, calon orang tua punya sedikit sekali bahan untuk menilai program-programnya sebelum mendaftarkan anak mereka.
Sesudah
Informasi program yang detail, rincian kurikulum, dan foto kegiatan asli memberi calon orang tua sesuatu yang konkret untuk dinilai seiring institusi terus berkembang.
Sebelum
Gambar beresolusi tinggi di seluruh situs, bukan cuma satu bagian, berisiko memperlambat setiap halaman.
Sesudah
Setiap gambar di seluruh situs dikompres ke WebP dan dijaga di bawah 200KB, menjaga halaman tetap cepat tanpa penurunan kualitas yang terlihat.
Sebelum
Informasi tentang ma'had cuma tersebar lewat postingan YouTube, Instagram, TikTok, dan Facebook, tanpa satu sumber otoritatif.
Sesudah
Calon orang tua dari luar kota sekarang bisa mempelajari program, kurikulum, dan fasilitas secara mandiri sebelum berkunjung.